Karawang: Dari Lumbung Padi ke Lumbung Pabrik

Oleh: Rahmat Marsaoly

Abstrak

cover-pp-1-2016_webSumber-sumber penghidupan orang kampung terancam, akibat dari kepentingan modal dan kekuasaan segelintir golongan. Lahan-lahan pertanian berubah wajah menjadi lahan industri. Alas hidup orang kampung, sejarah dan budaya, tersingkir jauh dari realitas. Pengembangan dunia industri hanya menenggelamkan dunia pertanian. Kebijakan-kebijakan yang hadir hanya mementingkan mereka yang kaya, dan memarjinalkan masyarakat kecil. Industrialisasi yang merajalela menyeret nasib rakyat kecil di lumbung kehancuran. Pabrik-pabrik yang berdiri kokoh membunuh mati padi-padi kaum petani. Akibatnya, rakyat kecil hanya mampu menyesuaikan diri dengan dunia baru yang mengancam keselamatan hidup. Hal itulah yang terjadi di desa Sukaluyu. Orang Sukaluyu yang tak tahu apa-apa tentang dunia industri harus menjual lahan pertaniannya kepada perusahaan dan pengusaha kaya, karena didukung dengan pemerintah yang memberikan iming-iming lapangan pekerjaan yang luas dan dunia usaha baru. Akibatnya, orang Sukaluyu kehilangan tanah sebagai tempat tinggal asalnya, hanya karena mengejar-ngejar sesuatu bernama uang.

Kata Kunci: Industri, peralihan lahan, kebijakan pemerintah, krisis, petani, uang.

dapat diunduh di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + 10 =