Kampung, Tanah, Lingkungan dan Penghidupan

Pada tanggal 4 hingga 5 Januari 2017 yang lalu Sajogyo Institute bersama warga kampung-kampung di Kabupaten Lebak mengadakan diskusi yang dibingkai melalui FGD (focus group discussion) dengan tema “Kampung, Tanah, Lingkungan dan Penghidupan”.

FGD Lebak
FGD di Lebak

FGD tersebut dihadiri oleh tim dari Sajogyo Institute dan pemuda-pemuda rombongan belajar seta perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui Bappeda dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dalam diskusi tersebut, Rombongan Belajar pemuda-pemuda Kabupaten Lebak bersama-sama berniat untuk mendudukan bersama berbagai elemen pengambil kebijakan khususnya Pemda Kabupaten Lebak untuk bisa membicarakan persoalan-persoalan lingkungan dan ruang hidup warga.

Sudah banyak diketahui, bahwa saat ini telah terjadi pembangunan infrastruktur yang cukup masif di desa-desa yang ada di Kabupaten Lebak. Salah satunya yang cukup masif adalah beroperasinya Pabrik Semen Cemindo. Akibat pembangunan dan beroprasinya pabrik semen, saat ini terdapat keterancaman yang cukup signifikan pada lingkungan ekologis. Tentunya pula pada kondisi sosial-ekonomis warga.

Dalam paparan yang sampaikan bahwa wakil-wakil pemerintah menyampaikan kondisi desa yang menurutnya merupakan golongan yang tertinggal. Sehingga pembangunan diasumsikan akan menghadirkan pemberdayaan dan menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Sumber agraria yang dimiliki oleh warga tidak dimaknai sebagai ruang hidup masyarakat. Sehingga argumentasi kontrol yang diucapkan dalam pembangunan tidak jauh dari bagaimana meinimalisir dampak-dampak dari pembangunan. “Tugas kita bersama adalah meminimalisir dampak-dampak dari pembangunan,” ujar Virgojanti dari Bappeda.

Lebih detil hasil dari FGD bisa diperoleh pada unduhan berikut Hasil FGD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 8 =