Perempuan di Tanah Kemelut

Judul Buku: Perempuan di Tanah Kemelut: Situasi Perempuan dalam Situs-situs Krisis Sosial Ekologis

Penulis: Tim Sajogyo Institute (Aisyarah, Fadila, Indra Agustiani, Kasmoini, Kristina Pakpahan, Noer Fauzi Rachman, Puspita Indah Sari, Ramlah Laki, Rassela Malinda, Reni Andriani, Kristina, Rina Syahputri, Sartika Nur Shalati, Siti Maimunah, Tirza Pandelaki)

Penyunting: Anna Mariana, Sapariah Saturi, Ruth Indiah Rahayu

Jumlah halaman: xxiv + 448 halaman

Ukuran Buku: 15 x 23 cm

Penerbit: Penerbit Buku Kompas

***

“Inilah endapan refleksi diri yang mesti dihidupkan terus menerus, utamanya bagi para pengambil keputusan, agar kisah-kisah peminggiran, penyingkiran, dan bahkan sikap melecehkan atas eksistensi kaum perempuan tidak sampai menggerus lebih menjauh menjadi melenyapnya harga diri mereka”- Prof. Endriatmo Sutarto (Ketua Dewan Pembina Yayasan Sajogyo Inti Utama)

Buku ‘Perempuan di Tanah Kemelut: Situasi Perempuan dalam Situs-situs Krisis Sosial Ekologis’ memuat kisah-kisah yang terjadi di sekitar perempuan yang terpapar krisis ekologis yang mengubah sebagian bahkan semua tatanan sosial yang berkait kelindan dengannya. Perubahan ekologis telah mengubah peran perempuan sedemikian rupa.

Namun dalam buku ini, gambaran nyata para perempuan (yang notabene berasal dari masyarakat desa maupun masyarakat kota pinggiran) berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Perubahan sosial ekologis justru membuat kaum perempuan semakin dalam keadaannya yang tidak seberuntung dengan kaum laki-laki: mengurus anak dan suami, melindungi keluarganya dari berbagai terpaan perubahan signifikan yang membuat keluarganya rentan, hingga membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dengan ikut kerja-kerja untuk menambah pendapatan yang cukup (dalam ukuran subsisten).

Kompilasi sebelas tulisan dari para pelajar-peneliti dengan pendekatan etnografi kritis, mengupas kisah konkret di lapangan, betapa mengenaskannya potret nyata perempuan dalam kehidupan sosial-ekologi (maupun sosial-ekonomi) di Indonesia.

Buku menjadi pengingat dan ‘penonjok psikologis’ betapa bahayanya bila para perempuan ini tetap berada dalam keadaannya seperti ini, seperti yang dikatakan Prof. Endriatmo Sutarto, “Kisah-kisah tragis yang menimpa kaum perempuan dapat menjadi bencana dan krisis besar kemanusiaan yang imbasnya dapat mengancam demoralisasi kehidupan bangsa secara keseluruhan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =