default logo

Book Detail

Desa Kalisari yang Tak Indah Lagi

Free!

Categories: ,

Product Description

Banyak yang mengira bahwa masyarakat desa hari ini masih banyak yang bekerja di bidang pertanian, seperti mencangkul, membajak dan juga memanem. Asumsi ini menjadi gambaran umum tentang Desa. Selain kehidupan di bidang pertanian, desa juga dianggap masih memiliki suasana yang asri, sawah yang hijau, gunung yang biru dan air yang jernih. Kira-kira demikianlah gambaran desa yang utuh dan indah. Namun, kondisi asri dan indah ini nampaknya berbeda jauh dengan kondisi di Desa Kalisari, Kabupaten Banyumas. Industri rumah tahu yang muncul sejak tahun 1930an kini telah mengubah suasana pertanian di Desa Kalisari. Tidak banyak lagi warga Kalisari yang setiap paginya berangkat ke sawah, membawa cangkul dan sabit dipundaknya. Mayarakat Kalisari kini semakin sedikit yang memahami lagi bagaimana caranya mencangkul, membajak dan menuai padi. Sawah sudah berubah menjadi bangunan rumah besar dengan seperangkat alat produksi tahu di dalamnya. Mesin gilingan kedelai sudah mulai berbunyai sejak dini hari. Menandakan bahwa produksi tahu sudah dimulai sejak matahari belum muncul dari ufuk timur. Semua masyarakat Kalisari bergegas memenuhi panggilan pekerjaannya masing-masing, ada pekerja yang sibuk menggiling kedelai, ibu-ibu di pinggir jalan menunggu angkutan menuju pasar untuk menjual tahu dan kuli-kuli angkut yang hilir mudik membawa blak tahu.

Jaetuloh A. 2016. Desa Kalisari yang Tak Indah Lagi. Working Paper, No.03/2016-WP SAINS. Bogor (ID): Sajogyo Institute.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Desa Kalisari yang Tak Indah Lagi”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 1 =