Mendedah Kapital: Mengembangkan Pola Pikir ber-Ekonomi Politik Kritis

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Sudah enam bulan Kelas Kajian Das Kapital berjalan. Silih berganti kawan belajar memasuki Kelas, tetapi sekitar 10 orang mengikutinya secara konsisten. Kini, tahap belajar telah memasuki Chapter 7: The Labor Process and Valorization Process dalam sub-bab Transforming Money to Capital.

Suasana yang rutin saat Kelas berlangsung malam hari, pukul 19.00 hingga 23.00, di Malabar 22. Kawan-kawan belajar khusyuk menyimak kawannya membaca Das Kapital baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Kata per-Kata. Menyimak penjelasan ringkas, padat dan ilustratif dari Pengampu Kelas. Mereka biasa melakukannya sambil mengisap rokok dan gelas kopi yang entah telah berapa bungkus mereka habiskan. Tak jarang, mereka berbincang dan berdiskusi satu sama lain. Kadang terjadi perdebatan hangat terkait kata-kata kunci dan konsep vital dalam Das Kapital.

Kelas ini memberikan bekal yang baik kepada kawan belajar dalam memahami anatomi proses kapital yang berlangsung dalam masyarakat. Industrialisasi yang telah berlangsung lama di Inggris (dan berdampak ke seluruh dunia) telah membawa ‘rasa penasaran yang menggelitik’ dari Karl Marx. Meski tidak menyelesaikan bukunya karena keburu wafat dan dilanjutkan sahabatnya Frederich Engels, Das Kapital menjadi magnum opus dalam membedah ekonomi-politik.

Diharapkan Kelas Das Kapital ini terus berjalan. Proses belajar bersama ini tujuan akhirnya akan terbentuk pola pikir kritis dan hasrat menelaah lebih mendalam di proses di balik perjalanan masyarakat dan kapital. Kelas ini adalah kelas terbuka dan setiap orang bisa bergabung dalam proses belajar Kelas Das Kapital.

Dan, kelas ini bukan kegiatan politik untuk menggiring pada ideologi partai tertentu. Kelas ini adalah kelas kegiatan kajian ilmiah dalam membedah pemikiran kritis. Kelas ini sangat bermanfaat bagi kawan-kawan yang berniat untuk melanjutkan Magister dan Doktoral sebagai pembekalan kajian ilmiah kritis. [KMI]

More to explorer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =

KABAR TERBARU!