Selama Bulan Puasa, Sajogyo Institute mengadakan ‘Ramadan Ngagraria’, kegiatan belajar bersama membahas dua buku baru Insist Press.

Mengisi Bulan Ramadan, Sajogyo Institute menyelenggarakan Ramadan Ngagraria (Ngaji Agraria). Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca dan belajar bersama mendalami dua buku yang baru saja diterbitkan oleh Insist Press, seperti “Pertanian dan Masalah Generasi” karya Ben White, dan “Aktivisme Cendekia dan Perjuangan Agraria” karya Saturnino M. ‘Jun’ Borras dan Jennifer C. Franco.

Kedua buku ini penting untuk dibaca dan dipelajari bersama. Pertama, isu dan narasi kepemudaan (youth) kembali naik. Isu ini menjadi komoditas politik, pengetahuan dan kebijakan yang terkait regenerasi petani yang seringkali laku dibicarakan oleh Negara, NGO, Lembaga Donor Internasional dan para akademisi.

Problem mentalitas selalu menjadi ‘kambing hitam’ atas semakin menciutnya jumlah pemuda terjun ke sektor pertanian. Buku Ben White ini berusaha mematahkan mitos ‘mentalitas’ dengan menguak problem struktural yang dihadapi para pemuda di desa. Apa saja masalah struktural yang dihadapi? Dan apa yang sebenarnya mereka inginkan?

Tak hanya itu, semakin lebarnya jurang antara aktivisme dan aktivitas kecendekiaan membuat problem sosial yang seharusnya diatasi secara mengakar dan radikal semakin diabaikan. Aktivisme selalu menuntut kesegeraan eksekusi menyelesaikan masalah atas nama ‘kemendesakan’ atau ‘urgensitas’ dengan sikap yang memihak pada yang tertindas (sehingga berkarakter ‘panas’).

Sedangkan aktivitas kecendekiaan melalui kerja riset mengharuskan seseorang harus mendalami dan menganalisis secara keseluruhan dari problem yang sedang ia hadapi. Karenanya, aktivitas kecendekiaan menuntut kehati-hatian dan memperhatikan setiap detail yang barangkali bisa menjadi temuan masalah. Karakter ini menuntut seseorang menjadi ‘dingin’.

Di era krisis ruang kewargaan (civic space), aktvisme cendekia adalah sikap dan laku yang dicari untuk mendobrak kebekuan baik panasnya ruang aktivisme yang cenderung ceroboh karena panasan, dan dinginnya ruang kecendekiaan yang dihinggapi oleh sindrom netralitas atas nama keilmuan yang berujung pada sikap apolitis yang kolot dan hirarkis. Karenanya, seperti apa interaksi dan benturan antara kedua kutub itu? Bagaimana caranya agar akhirnya dapat melebur dan beriring menjadi ‘aktivisme-cendekia’?

Ngagraria akan diselenggarakan setiap Senin dan Kamis (selama bulan Ramadan), pukul 15.30 WIB hingga menjelang berbuka puasa, di Sajogyo Institute (Jl. Malabar No. 22, Kota Bogor).

Untuk informasi lengkap, hubungi Aco (0812-4486-4686)

SAMPAI BERSUA SAPA DAN BELAJAR BERSAMA DI MALABAR 22!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 16 =