Berjuang Merebut Kembali Tanah Adat Suku Pagu

Naskah ini mengurai konflik masyarakat adat Pagu berhadapan dengan perusahaan tambang emas, PT. NHM. Konflik tersebut terjadi karena klaim hak tanah yang berbeda antara suku Pagu dan perusahaan. Dengan adanya regulasi Kontrak Karya, ekspansi perusahaan makin merajai enampuluh persen wilayah adat suku Pagu. Konflik semakin meninggi dengah keterlibatan aparat negara yang melibatkan kekerasan di dalamnya. […]

Sampan Kecil Berpendayung Bamboo: Tutur Perempuan Adat Dusun Lame Banding Agung Semende dalam Memperjuangjan Tanah Airnya

Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana perempuan Dusun Lame Banding Agung Semende memiliki keterikatan serta ketergantungan pada tanah, kopi dan wilayah adatnya sebagai bagian dari subsistensinya. Bila dihilangkan haknya atas tanah, maka hilanglah kehidupan perempuan. Trauma yang sangat dalam dialami perempuan adat yang mengalami pengalaman rumahnya di bakar, kopinya dirampas, tidak mendapatkan akses atas layanan publik dan […]

Luka Meradang Perempuan Semunying Jaya: “Ditusuk” Duri Sawit PT Ledo Lestari

Sudah hampir dua minggu sejak tanggal 31 Maret 2012, masyarakat menduduki Kantor Divisi III PT. Ledo Lestari itu. Masyarakat menuntut dikembalikannya tanah adat yang sudah dikuasai PT. Ledo Lestari seluas 1.420 ha. Tanpa kekerasan masyarakat meminta karyawan perusahaan untuk meninggalkan dan mengosongkan kantor itu. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “PT. LEDO LESTARI HARUS KEMBALIKAN TANAH ADAT […]

Hutan Adat dari Leluhur untuk Anak Cucu: Gambaran Konflik di Kawasan Hutan Maluku

2015 Penulis: Risman Buamona, Faris Bobero, Ubaidi Abdul Halim Sudah tiba waktunya bangsa ini berkata cukup dengan segala justifikasi, cara dan alat lama yang tak urung usai diperbaharui. Bangsa ini membutuhkan cara, alat dan justifikasi baru yang kesemua itu diletakkan dalam semangat dan kerendahan hati untuk penyelematan ruang hidup rakyat, mereka yang disingkirkan. Sekarang, dunia […]

Tegak Memperjuangkan Wilayah Adat: Gambaran Konflik di Kawasan Hutan Nusa Tenggara

2015 Penulis: Daud Tambi, Dianto, Febriyan Anindita, Jasardi Gunawan, Yamni Masyarakat Adat di Sumbawa diwakilo oleh tiga komunitas adat yaitu Pekasa, Cek Bocek dan Talonang. Ketiga komunitas ini berhadapan dengan dua kekuatan yang sama: kapital korporasi serta kembalinya feodalisme. Ketiga komunitas adat ini berhadapan dengan pasar yang disediakan langsung oleh negara melalui izin-izin konsesi yang […]

Akui Wilayah Adat Untuk Resolusi Konflik: Potret Konflik di Kawasan Hutan Sulawesi

2015 Penulis: Abdul Rahman Nur, Andika, Anisawati Syahrir, Armansyah Dore, Dewi Sartika Syahrul, Mifda Hilmiya, Murni, Nasrum Melalui tulisan-tulisan ini, tergambar dengan cukup jelas bahwa pelanggaran hak masyarakat adat–dalam hal ini yang berada di dalam kawasan hutan– terjadi karena negara hadir (commision) maupun negara tidak hadir (ommision). Situasi demikian tentu membuat pertanyaan lama kembali mencuat: […]