Konflik Agraria-Struktural di Wilayah Masyarakat Adat: Sebuah Bibliografi Beranotasi

Sukar untuk menerima pendapat, bahwa harta domein itu hanya berupa lahan yang diolah, khusus untuk raja, sedangkan hutan dan tanah liar berada diluar domein. Demikian pula sukar untuk menerima bahwa penduduk yang begitu jarang di daerah luas, sampai akhir zaman mempunyai hak abadi atas hutan dan lahan liar. (Departemen Kehutanan, 1986: 28). Muntaza. 2014. Konflik […]
Perempuan Melayu di Perkebunan Sawit Kalimantan Barat

Tahun: 2014 Penulis: Julia Daerah Penelitian: Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat Kata Kunci: Studi Agraria, Politik Konsesi, Gender, Perempuan, Konflik Agraria, Perkebunan, Sawit “Kubu Raya dikepung Sawit” demikian judul artikel Kompas pada tanggal 26 April 2012. Wilayah administratif Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat adalah seluas 6,985.20 km2 atau 698,520 ha. Dari luasan tersebut, […]
Silang-Sengkarut: Perjuangan Tanah Air Orang Talang Mamak

Tahun: 2014 Penulis: Muntaza Daerah Penelitian: Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau Kata Kunci: Studi Agraria, Gender, Perempuan, Etnografi, Masyarakat Adat, Konflik Agraria, Perkebunan, Sawit “Srek…srek..srek..srek..” Suara gesekan itu memilukan telinga. Terpaksa bangun dan sedikit membuka mata; mengintip asal suara gesekan itu. Di tengah pijar pelita yang menahan gelap ruangan, Nenek Sila duduk di depan nyala […]
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria: Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor

Buku ini diterbitkan di satu masa di mana hidup kita, sebagai warga negara, tidak lagi mudah dipahami dalam suatu hubungan pelayanan dan pengurusan antara Negara dengan warganya. Peran Negara sudah dilucuti sedemikianrupa hingga tumbuh ruang kendali yang begitu besar dikuasai oleh pasar. Negara sekedar menjadi instrumen pasar, pelancar distribusi dan alokasi sumberdaya untuk akumulasi modal. […]
Dari Tanah Sultan Menuju Tanah Rakyat: Pola Pemilikan, Penguasaan, dan Sengketa Tanah di Kota Yogyakarta Setelah Reorganisasi 1917

Buku ini memberi bahan renungan yang menarik bagi kita. Apa arti Reorganisasi Tanah pada masa awal abad ke-20 di Yogyakarta, tepatnya tahun 1917 itu? Penulis menunjukkan bahwa reorganisasi tersebut merupakan “modernisasi sistem pertanahan” dan ikatan-ikatan sosial-politik yang telah terbangun semula di atasnya. Di satu sisi Reorganisasi telah mampu memperkuat rakyat akan hak atas tanah dengan […]
Kronik Agraria Indonesia: Memperluas Imajinasi Lintas Zaman, Sektor dan Aktor

Republik Indonesia. Buku ini mencoba menelusuri berbagai kebijakan agraria sejak periode kolonial, kemerdekaan, lahirnya UUPA 1960, selama Orde Baru hingga beberapa kebijakan pertanahan kontemporer saat ini yang dinilai berpengaruh. Juga disajikan tentang riwayat Sektoralisasi Agraria, Sejarah BPN, lintasan Pemikiran Agraria mulai dari Tjipto Mangunkusumo, Tan Malaka, Soekarno, Moh. Hatta, Iwa Kusumasumantri, Mr. Sadjarwo, Prof. Notonagoro, […]