The 3rd Sajogyo and Pudjiwati Sajogyo 2021: Situasi dan Krisis Pandemi, serta Urgensi Penguatan Solidaritas Sosial dan Ekonomi Rakyat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Pandemi COVID-19, meski sudah memasuki fase ‘mereda’, namun belum sepenuhnya lepas darinya. Dampak-dampak COVID-19 tidak hanya menyentuh psikologi bagi para penyintas dan keluarganya, juga memberikan dampak-dampak sosial-ekonomi. Dampak tersebut terlihat dari semakin memburuknya tingkat kemiskinan. Tercatat, 2,7 juta penduduk Indonesia jatuh ke dalam status ‘miskin’ (BPS, 2021).

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tercekiknya UMKM akibat rendahnya daya beli dan konsumsi masyarakat, dan (paling dalam dan mengakar) massifnya alihfungsi lahan pertanian produktif dan kehutanan untuk kepentingan-kepentingan pemodal yang menunggangi peran Negara menjadi beberapa sebab semakin memburuknya angka kemiskinan.

Meski dampak sosial ekonomi begitu menyentak masyarakat Indonesia dalam dua tahun terakhir, basis-basis solidaritas sosial kembali tumbuh seiring semakin parahnya pandemi. Dua contoh penguatan solidaritas seperti terbentuknya urunan gotong royong membantu pemenuhan kebutuhan dasar para isoman COVID-19 hingga kembali terbentuknya ekonomi pedesaan atas inisiatif masyarakat desa dengan kembalinya pertanian di suatu kampung di Bali selama mati surinya sektor pariwisata di sana.

Dampak sosial ekonomi COVID-19 lebih dirasakan oleh kaum perempuan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa petani perempuan dan pekerja perempuan (apalagi yang terkena PHK) mengalami imbas paling telak dalam COVID-19. Tapi, di sisi lain, perempuan menjadi garda terdepan dalam ‘menyembuhkan’ masyarakat di masa pandemi COVID-19 (Meckelburg, 2021). Dengan kata lain, tesis Pudjiwati Sajogyo (1981) mengenai peran perempuan dalam pembangunan tidak lagi sekadar dalam kacamata sosial-ekonomi, tapi bahkan ‘menyembuhkan’ masyarakat.

Menguatnya Solidaritas Sosial dan Ekonomi Rakyat masyarakat seakan mengisi celah kosong yang ditinggalkan negara yang terlambat dalam menangani dampak sosial-ekonomi Pandemi. Meski perlahan jerat pandemi semakin meregang, apakah kekuatan Solidaritas Sosial dan Ekonomi Rakyat ini bisa bertahan dan bahkan, mengutip Sajogyo (1991), menjadi ‘tenaga dalam’ masyarakat Indonesia pasca-Pandemi?

Kami dengan penuh rasa hormat mengundang saudara-saudara sekalian menghadiri The 3rd Sajogyo and Pudjiwati Sajogyo Lecture 2021 dengan tema besar “Situasi dan Krisis Pandemi serta Urgenss Penguatan Solidaritas Sosial dan Ekonomi Rakyat”.

Acara akan diselenggarakan pada Jumat, 29 Oktober 2021, Pukul 13.00 – 15.30 WIB

Link Registrasi: https://ipb.link/registrasi-spsl/

(Link Zoom Meeting Lecture akan dikirimkan melalui email masing-masing setelah registrasi)

More to explorer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + six =

KABAR TERBARU!